Category Archives: Opini

SELAMAT MALAM, KAMPUS!

Oleh: Ryan Akmal Suryadi (HI 2013) Email: ryanakmalsuryadi@gmail.com Hari ini, sadar tidak sadar, kita sedang menghadapi penggiringan wacana kapitalisme yang “gilanya” telah berada di sudut-sudut kampus. Logika mekanisme pasar sebagai mode pembangunan peradaban telah menjadi tamu di kampus-kampus. Melalui regulasi yang bersentuhan langsung dengan pendidikan, kapitalisme mencoba menciptakan aturan yang mendorong Negara membukakan pintu kepada borjuasi

Read More

Sandiwara Global Dalam Pemenuhan Pangan Dunia

Oleh : Muh. Afta Edy Tulisan ini merupakan hasil dari LOI 2016   Pendahuluan Berbicara soal pangan, masyarakat senantiasa dihadapkan pada berbagai masalah yang tak kunjung menemukan solusi. Sekelumit kisah seperti sulitnya para petani dalam memperoleh hak atas pangan, perampasan lahan, penganiayaan terhadap petani, serta kekurangan bahan pangan di berbagai wilayah di Indonesia merupakan beberapa

Read More

Salat, Petani, dan Kemenangannya

Oleh: Ahmad Asrul Azwar Irfan (HI 2015) Email: asrulazwarirfan@gmail.com “hayya ‘alaal falaah” seketika panggilan salat itu mendengung ke sekitar masjid, begitu pun juga dengan saya yang tak luput mendengarnya. Saat itu, sontak diri saya mengingat apa makna di balik kata itu. “marilah kita meraih kemenangan/keberuntungan”. Apa sebenarnya kita –sebagai umat islam- pernah mengalami kegagalan, lalu

Read More

Pertemukan Mereka dengan Kawannya

Oleh: Rezki Ameliyah Arief ( HI 2015 ) E-mail: Ameliyaharief@gmail.com Telah lewat pukul 14:00 WITA dan diskusi pun belum dilaksanakan jua. Kulihat di Pelataran Baruga orang-orang sementara menyiapkan peralatan berupa sound system ataupun karpet untuk pembicara. Hari itu tanggal 9 Februari 2017, diskusi yang akan membicarakan mengenai perkembangan dari PTN-BH pasca Universitas Hasanuddin resmi menjadi

Read More

Arab, Indonesia, dan Saya

Oleh: M. Thorgib Zulfikar Email: thorgibzulfikar@gmail.com   Bermula dari seminggu(an) yang lalu, hingar bingar kedatangan pemimpin negara produsen minyak terbesar di dunia, Raja Salman Al Saud, mulai bergema dan perlahan menggeser diskursus panas tentang kasus nista-nista dan bahaya laten kuminis melalui platform media sosial yang akhir-akhir ini sering saya kunjungi, Facebook. Untuk orang yang gemar

Read More

Skip to toolbar