Amita Nurul Janna (2019)

Kebijakan dalam merespon masa pandemi Covid-19 sekarang ini, lebih mengutamakan peningkatan perekonomian dimana para kaum kapitalisme lebih berkuasa, dibandingkan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Sehingga, kaum kapitalisme sangat berpengaruh terhadap kebijakan dari neoliberalisme, dimana kesejahteraan manusia itu diuntungkan bagi pebisnis atau orang menengah yang memiliki penghasilan atas kerja keras yang mereka dapatkan.

            Ketika neoliberalisme hadir, maka secara otomatis negara akan berfungsi sebagai fasilitator dalam sistem pemasaran yang membuat aktivitas pasar menjadi lebih bergairah atau lebih terdorong untuk pelaksanaan kegiatannya. Kita bisa melihat, bukti neoliberalisme yang ada di negara Indonesia, adalah penerapan Omnibus Law yang secara tidak transparansi disahkan mulai dari isu kesehatan, kesejahteraan, dan pendidikan. Maka dari itu, pemerintah lebih terarah kepada kapitalisme, dan sistem negara hanya diam tanpa adanya intervensi.

            Neoliberalisme ini hadir dengan teori reproduksi sosial, dimana sistemnya kerja-kerja untuk merestorasi pekerja, sehingga individu menghasilkan uang. Tetapi, sekarang kondisinya neoliberalisme terhadap kerja reproduksi sosial tidak diperhatikan oleh negara. Hal ini juga bisa mengarah kepada perspektif feminisme terhadap pembagian kerja gender. Reproduksi sosial mengarah kepada perempuan, seperti mengurus pekerjaan rumah, ketika neoliberalisme masuk, negara tidak akan menanggung kerja yang dilakukan oleh perempuan. Maka dari itu, negara menjadi diam tanpa adanya intervensi.

            Dalam hal kasus pandemi Covid-19 sekarang ini, telah berkaitan dengan bisnis kapitalisme, tetapi terdapat juga krisis kepedulian, yang artinya berdasarkan perspektif feminisme kiri menyatakan bahwa reproduksi sosial itu merupakan privatisasi sebuah negara, mendorong untuk perempuan kerja dan tetap mengurus pekerjaan rumah. Reproduksi sosial dikomodifikasi oleh neoliberalisme bagi kaum yang mampu dan kurang mampu urusannya menjadi privatisasi negara atau hanya diam dan membiarkan hal itu terjadi tanpa adanya dukungan atau fasilitasi, ini untuk skala mikronya. Sedangkan, dalam hal skala makro, negara Indonesia  bisa mengakses pelayanan kesehatan bagi kelas menengah. Maka dari itu, ketika kasus Covid-19 meningkat secara pesat, para pelayan kesehatan akan menjadi kelelahan untuk mengatasi kasus tersebut, sehingga permasalahan baru muncul seperti kasus stunting yang semakin tinggi, dan harapan hidup untuk bisa sejahtera menjadi berkurang.

            Dalam hal ini neoliberalisme, kebijakan negara dipindahkan ke dalam sistem pasar, inilah yang membuat sistem pendidikan, seperti calon dokter, apoteker, menjadi kesulitan dalam mendapatkan gelarnya, akibat fasilitas yang mahal untuk melakukan praktiknya, sehingga dalam penyelesaian masalah kesehatan banyak calon dokter, dan apoteker yang belum terlalu mahir sudah dituntut untuk menyelesaikan suatu permasalahan kesehatan, padahal belum waktunya mereka terjun ke lapangan, faktanya pada saat penanganan Covid-19 Indonesia yang sanggat tinggi, banyak calon dokter menjadi korban karena ketidaksiapannya dalam menangani Covid-19. Maka dari itu, negara menjadi kewalahan dalam menghadapi masalah kesehatan.

            Pemerintah hanya diam, lebih memberikan kekuasaannya kepada kaum kapitalisme untuk mengolah segala hal, sehingga neoliberalisme hadir, untuk penyelesaian yang sebenarnya hanya sebuah kata tidak ada penyelesaian, berputar dalam roda setan yang tidak akan ada resolusinya. Peran media juga saat ini, sebenarnya lebih mengungkapkan pandemi ini sebagai masalah yang tidak bisa terselesaikan sampai sekarang. Solusi yang bisa diberikan adalah bantu rakyat untuk bisa mengorganisir agar menjadi sebuah kekuatan, dengan sistem rakyat bantu rakyat yang sebenarnya sudah masuk kedalam neoliberalisme. 

Kita sekarang ini, tidak akan lagi bisa berharap lebih kepada pemerintah untuk penyelesaian kesehatan di tengah pandemi Covid-19 saat ini, butuh banyak penggerak atau aktivis yang akan terus berkomentar dan bergerak dalam menyelesaikan permasalahan, agar hati pemerintah menjadi tergerak untuk menyelesaikan masalah ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *