Review Novel Coming Up for Air : Sebuah Refleksi Masyarakat Kapitalistis dan Fasisme Negara

Ahmad Asrul Azwar Irfan (HI 2015)

asrulazwarirfan@gmail.com

Coming Up for Air merupakan novel karya George Orwell yang tidak boleh terlewatkan untuk dibaca. Gaya novelnya yang satir a la dystopia tidak mampu dielakkan termasuk karyanya yang satu ini. meskipun tidak setenar karyanya Animal Farm maupun 1984, Novel yang diterbitkan pada tahun 1939 ini memberikan kekhasannya sendiri untuk menjelaskan kekhawatirkan yang dipikirkan George Orwell pasca Perang Dunia maupun perkembangan kapitalisme yang melesat cepat dan mampu melengserkan kebiasaan tradisional di daerah asal industrialisme diperkenankan, Inggris, yang menjadi locale dalam novel ini. Bahkan yang lebih menariknya lagi adalah George Orwell mampu meramalkan di masa akan datang, perang besar akan berkecamuk dan hal tersebut pun terbukti setelah kurang dari satu bulan terbitnya Coming Up for Air, yaitu Perang Dunia II.

Jika Animal Farm melayangkan pikiran Orwell bagaimana politik otoritarianisme dengan alur cerita fabel, maka di novel ini menyinggung secara langsung politik negara fasis seperti Jerman era Adolf Hitler mampu mengancam kedaulatan negara secara luas. Pembalasan dendam Jerman pasca perang dunia I melalui eksistensi Nazisme di kancah Internasional membuat negara tetangga di pelosok Eropa merasa merasa terancam -termasuk Inggris. Selain itu, kemelaratan kelas ekonomi menengah kebawah, kesewenangan korporat maupun efek ekspansi pasar yang sudah marajalela di awal abad 20-an tersaja di dalam novel ini. Orwell memangkul semua masalah diatas dengan menyajikan karakter sudut pandang pertama yang berupaya mengingat masa kecilnya yang polos dan bahagia sebelum kecamuk kapitalisme dan modernisme melanda daerahnya. Sehingga alur cerita yang digunakan penulis pada novel ini adalah alur flashback.

Di dalam novel ini, pertama-tama Orwell mulai menjajakan suasana lingkungan yang terjerat dengan kedangkalan kapitalisme yang menjerit di keluarga Bowling. Ialah George Bowling, berperawakan gemuk, bekerja sebagai kreditur asuransi yang berusia 45 tahun, dan menjadi karakter utama dalam Novel ini. dalam ceritanya, dia memiliki keluarga dan dituntut oleh istrinya sebagai tulang punggung untuk mendanai seluruh kebutuhan hidup keluarga. George Bowling yang ditugasi sebagai kepala keluarga ini pun didesak untuk memenuhi kebutuhan sekolah anak-anaknya, memenuhi kebutuhan dapur istrinya, bahkan seringkali disesaki oleh amarah istrinya, Hilda Bowling, demi melunasi utang ataupun tunggakan kebutuhan rumahnya. Hal inilah yang membuat George Bowling frustasi dan membuat hidupnya sengsara.

Di lain sisi, sosok George Bowling mampu peka terhadap lingkungan sekitarnya, peka yang dimaksud oleh penulis adalah George Bowling melihat di lingkungan sekitarnya telah mengalami dehumanisasi akibat pengaruh kapitalisme –warga sekitar di perumahannya banyak melarat seperti George Bowling yang sering mendapatkan tunggakan tinggi untuk membayar living cost, dan masih banyak lagi yang ia rasakan mengenai kesengsaraan akibat kapitalisme melanda negeri Inggris.

Setelah itu, Orwell mulai melakukan alur flashback ketika George Bowling mulai mengingat masa kecilnya yang berlatar di Lower Binfield. George Bowling mengingat begitu polos dan bahagianya masa kecil ia miliki. Masa kecilnya dipenuhi dengan banyak pengalaman dengan mengitari seluruh pelosok West Bletchey, memancing di beberapa tempat yang berada di sekitaran West Bletchey, dan berpetualang bersama segerombolan anak nakal sebayanya menjaili orang-orang di West Bletchey. Di masa kecil, George Bowling belum sepenuhnya disesaki oleh pengaruh kapitalisme. Para pedagang maupun pencari nafkah lainnya termasuk ayah George, Samuel Bowling masih merasa cukup untuk memenuhi hidup pada saat itu. Hingga saat Sarazin tiba dengan menawarkan barang produksi yang mampu mengalahkan produk local yang ada di Lower Binfield, maka semua toko-toko kecil termasuk usaha ayahnya membuatnya semakin lama semakin bangkrut. Dengan cepat setelah muncul satu rupa Sarazin, maka semakin banyaklah pasar swalayan yang membenamkan toko-toko kecil yang ada di Lower Binfield. Tak berhenti sampai disitu, selain corak pasar yang ada di Lower Binfield berubah, lingkungan maupun suasananya pun ikut berubah. Perubahan tersebut dirasakan oleh George Bowling ketika ia kembali ke Lower Binfield dari sekian lama ia meninggalkan tempat tersebut. Tepatnya ketika ia telah beranjak usia 45 tahun. George Bowling melihat semuanya telah berubah, populasi semakin padat, penduduk dari luar Lower Binfield berdatangan ke Lower Binfield, dan yang membuatnya kecewa adalah tempat dimana dulunya ia biasa memancing telah berubah menjadi tempat pembuangan sampah akhir, belum lagi sungai Thames yang dekat dengan Burford Weir yang juga dahuku ditempati memancing telah dicemari limbah otomotif. Dalam kejadian ini, Orwell berusaha menggambarkan bahwa efek samping dari merasuknya kapitalisme ataupun modernisme adalah melupakan sisi-sisi kemanusiaan yang seharusnya ada pada sanubari masing-masing manusia, sehingga merusak apapun yang ada di sekeliling manusia itu sendiri.

Selain dampak negatif kapitalisme dan modernisme yang dilayangkan dalam novel ini, penyindiran terhadap fasisme yang muncul di beberapa di era 1930-an pun diangkat. Contoh plot yang menjelaskan hal tersebut ketika George Bowling mengikuti sebuah komunitas yang banyak mengkaji permasalahan politik yaitu Left Book Club. Namun ia merasa aneh melihat suasana diskusi tersebut yang lebih banyak mengujarkan kebencian-kebencian terhadap Nazisme a la Adolf Hitler –mereka hanya lebih banyak mengumbar kebencian terhadap Jerman daripada berusaha mengkaji atau bahkan berusaha melakukan aksi terhadap perubahan tatanan sosial ataupun politik.

Dengan judul Coming Up for Air, Orwell menggambarkan karakter George Bowling yang ingin bernostalgia dengan masa kecilnya yang bahagia, dimana perang tidak berkecamuk, merasakan luas nan indahnya lingkungan di Lower Binfield dan senangnya bermain bersama teman sebaya. Sebagai penjelas, Air (udara) yang dimaksud dalam judul tersebut adalah metafora dari atmosfir/udara yang dihirup George Bowling di masa kecil begitu dirindukannya sebab alasan-alasan diatas. Karakter George Bowling tahu masa kecil yang indah tersebut tidak akan terus berlanjut sebab perang akan bermunculan akibat bermunculannya propaganda fasisme negara ataupun bentuk propaganda lainnya. George Bowling paham bahwa peluang terjadinya perang akan mudah sebab semakin mutakhirnya pembuatan senjata dan mencuatnya fasisme di beberapa negara. Alasan-alasan diatas yang muncul di dalam novel tidak terlepas dari latar belakang penulis yang telah banyak berkecimpung di dunia politik di Inggris dan beberapa saat ikut bersolidaritas terhadap partai buruh di Katalunya serta berperan aktif dalam angkatan militer di daerah tersebut melawan pemerintahan Fransisco Franco di Spanyol.
Orwell merupakan penulis yang berusaha menguak misteri kehidupan sosial maupun politik di sekian banyak karyanya. Termasuk novel Coming Up for Air ini yang menyinggung tentang perubahan kebiasaan hidup masyarakat Inggris pada saat awal abad 20-an menjadi masyarakat kapitalistis. Sebagai refleksi pada era globalisasi saat ini, kapitalisme bukan lagi berada di Inggris saja, ia telah menjadi diskursus internasional dan telah merambat di lingkungan bahkan di diri kita masing masing. Berjamurnya pasar swalayan maupun pusat perbelanjaan di sekitar kita membuat beberapa dari kita menjadi masyakat yang mengukur taraf kebutuhan pada seberapa banyak barang mewah ataupun bermerek yang telah kita konsumsi. Beberapa diantara kita tidak lagi menjadikan pasar tradisional untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sehingga semakin lama, pasar tradisional pun semakin tergerus dan kurang diminati khalayak umum. Padahal sebenarnya dengan memberdayakan pasar tradisional, kita juga berupaya untuk membendung pengaruh kapitalisme yang ada disekitar kita. Walaupun diketahui  bahwa ada begitu banyak cara alternatif lain dalam membendung kapitalisme menjalar. Hal ini mesti dipahami oleh semua orang agar kemelaratan masyarakat tidak semakin banyak terjadi seperti yang dimaksudkan dalam novel Coming Up for Air.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Orwell, G. (1962). Coming Up for Air. England: Penguin Group.

 

Shelden, M. (1992). George Orwell: The Authorised Biography. London: Minerva.

 

Stead, H. J. (2018, June 21). Medium. Retrieved from A Review Of George Orwell’s ‘Coming Up for Air’: https://medium.com/@harrystead17/a-review-of-george-orwells-coming-up-for-air-952c32588404

 

Woodcock, G. (2019, January 17). George Orwell. Retrieved from Britannica.com: https://www.britannica.com/biography/George-Orwell

 

 

 

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Skip to toolbar