HIMAHI as Second Home

Oleh: Fara Fahira Dwi Fadzilah (HI 2017)

HIMAHI memiliki artian khusus bagi beberapa orang. Dimana arti khusus tersebut ditentukan dari seberapa besar kita masuk ke dalam berbagai prosesnya. Ada yang hanya mengartikan bahwa HIMAHI hanyalah sekumpulan orang yang berkumpul untuk menyelesaikan sebuah program kerja organisasi, lalu ada pula yang mengartikannya sebagai rumah kedua tempat dimana sebuah keluarga berkumpul menjadi satu kesatuan yang didasarkan pada asas kekeluargaan. Hal yang paling menyenangkan ketika HIMAHI menyambut kedatangan anggota keluarga barunya dan paling mengharukan ketika kakak tertuanya sudah lulus dan sukses ke depannya. Semua itu hanya bisa kita rasakan ketika kita benar-benar memiliki sense of belonging satu sama lain.

Ketika menjadi seorang mahasiswa baru, tentu saja banyak hal yang tidak biasa dipikirkan oleh kami dan bahkan biasanya kami lebih overthinking terhadap sesuatu. Terutama jika hal itu menyangkut “senioritas” di kampus ataupun sampai pada tingkat kekerasan fisik merupakan hal yang menakutkan dan tertanam di setiap pikiran mahasiswa baru. Tetapi semua pikiran itu perlahan mulai hilang ketika kita masuk menjadi bagian dari anggota keluarga HIMAHI.   Kami disambut dengan baik dan diberikan pembekalan ilmu setiap waktu. Label senior dan junior tergantikan dengan label keluarga yakni antara kakak dan adik. Kami diperkenalkan kehidupan kampus dan diperkenalkan pula pada kakak-kakak yang tahun tingkatannya lebih tinggi bahkan alumni. Semua itu dilakukan agar hubungan antara anggota keluarga tidak hanya sebatas antara tahun sekian hingga sekian, tetapi dapat mencakup keseluruhan. Sehingga mahasiswa baru terutama yang perantau bisa merasakan rumah keduanya bersama HIMAHI.

Bukan hanya membangun “sense of belonging”, HIMAHI juga memberikan pembekalan ilmu dalam bentuk diskusi rutin yang bertujuan untuk menambah khazanah pengetahuan keluarganya selama proses belajarnya. Dimana dalam diskusi, bukan hanya ditekankan pada transfer ilmu pemateri tetapi diharapkan adanya interaksi aktif antar peserta diskusi. Tujuannya agar kami termotivasi untuk terus mengeksplorasi ilmu pengetahuan tanpa merasa puas dengan cepat. Hal ini tentu saja akan mendukung tingkat keaktifan kami di dalam kelas. Jika kita merasa dekat satu sama lain, maka saat berbicara di dalam kelas pun tidak akan merasa canggung lagi.

Terlepas dari bagaimana kita memberikan definisi HIMAHI sebagai rumah kedua, kita juga pastinya akan berbicara mengenai tujuan. HIMAHI sebenarnya adalah lembaga formal atau organisasi yang memiliki tujuan. Dimana peran dari setiap anggotanya sangatlah penting. Maka dari itu rasa tanggung jawab juga perlu dibangun pada setiap orangnya. Tentu saja, membangun karakter seseorang itu sulit, tetapi tujuan HIMAHI yang utama juga lebih kepada bagaimana mengembangkan karakter kader-kadernya. Terbukti dengan program-program kerjanya yang memang memfokuskan diri pada hal tersebut. Dengan kata lain HIMAHI peduli akan setiap anggota keluarganya.

Jika menyangkut keseharian, maka kita akan lebih banyak bercerita mengenai kegemaran seseorang. HIMAHI menyediakan wadah untuk menyalurkan kegemaran setiap anggota keluarganya. Seperti halnya futsal, pagelaran seni, kelas menulis, bermain musik bersama, hingga memasak bersama. Kegiatan-kegiatan seperti ini sangat mendukung pengembangan minat dan bakat setiap orang. Ruang-ruang keseharian yang berupa penyaluran minat dan bakat ini dilakukan sesuai dengan kebutuhan dan keinginan setiap anggota, sehingga tidaklah membosankan untuk dilakukan. Semua akan berkumpul dengan kegemaran dan minat yang sama dan saling belajar satu sama lain. Sehingga, semua bisa berawal dari rumah dan rumah kedua kita adalah HIMAHI.

Salam kreativitas, Salam HIMAHI!

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Skip to toolbar