REVIEW DISKUSI KOMUNITAS LITERASI: SEBUAH CATATAN UNTUK KOTA – HIFEST 2018

Pemantik : PROF. WIM POLI (Guru Besar Emiritus FEB UNHAS) dan ARKIL AKIS (Katakerja)

Reviewer : Aprilia Tria Utami (HI 2015)

Literasi adalah sebuah kegiatan untuk membuat orang mau dan mampu membaca, agar ia lebih mampu dan mencapai kehidupan yang lebih bermakna. Disatu sisi, literasi itu sendiri bermakna lebih luas dan lebih menyentuh masyarakat. Literasi bukan hanya terbatsa pada buku dan membaca, namun juga seni dan cara menikmati hidup. Di Indonesia, asal usul berkembangnya bentuk literasi berasal dari Belanda. Pada tahun 1901 Alexander Willem Frederik Indenburg (1861-1935), sebagai Menteri Urusan Koloni Belanda, mengajukan sebuah gagasan yang kemudian dinamakan Politik Etis. Politik ini beranjak dari gagasan bahwa negeri Belanda telah banyak menarik keuntungan dari koloninya, termasuk Indonesia sebagai koloninya yang terbesar. Koloninya harus diberikan bantuan sehingga akhirnya mereka mencapai kemandirian di bidang ekonomi dan politik. Kemandirian di bidang ekonomi dan politik harus dimulai dengan pendidikan.

Tujuan gerakan literasi ialah: terciptanya kemauan orang untuk meningkatkan kemampuan membacanya, sebagai alat untuk peningkatan pengetahuannya, dalam rangka mencapai kehidupan yang lebih bermakna. Tujuan yang mau dicapai itu berjenjang, mulai dari orang-perorangan, meningkat ke kelompok yang lebih besar, dan akhirnya mencapai bangsa sebagai pelaku pembangunan. Tahap demi tahap.

Ada banyak cara untuk membangun budaya literasi ditengah masyarakat. Cara membangunnya sama dengan analogi menanam pohon. Seorang pelukis bernama Claude Monet, yang menggunakan analogi untuk menggambarkan bahwa apa yang kita tanam saat ini, belum tentu kita nikmati sekarang, namun akan membuahkan hasil yang besar dimasa depan. Dan juga kepercayaan untuk menanam pohon yang akan menghasilkan manfaat yang besar kedepannya memperlihatkan pada kepuasan bukan terletak pada hasil yang tidak akan dilihatnya, melainkan pada tindakan itu sendiri. Ini adalah sebuah tindakan iman.

Tindakan literasi hari ini adalah bagaikan menanam pohon. Orang lain yang menanam, orang lain yang merawat, orang lain yang akan memanen, tetapi Tuhan yang menghidupkan. Atau, Tuhan yang akan mencabut dan membakarnya, jika kita tidak menaman dengan hati yang peduli.

Gerakan seyogyanya menyinggung relasi kuasa. Gerakan adalah sebuah proses dimana aksi langsung bersandingan dengan bentuk aksi lainnya. Literasi sebagai sebuah gerakan bergerak dibelakang panggung. Literasi hadir diantara masyarakat dalam bentuk komunitas-komunitas sebagai pendidikan alternative yang menyinggung bentuk pendidikan di Indonesia saat ini. Komunitas Literasi hadir salah satunya sebagai ruang untuk membuat masyarakat cinta kepada apa yang ada disekitarnya. Beberapa contoh seperti kasus Somba Opu, dimana terjadi sengketa lahan. Aksi yang dilakukan oleh para aktivis saat itu justru berbalik arah yang membuat masyarakat menjadi antipati. Hal ini kemudian yang membuat penulis – penulis di Makassar banyak menulis mengenai ruang – ruang yang ada di masyarakat, fotografer kemudian merekam ruang – ruang yang ada di kota dan dijalan dengan dokumentari fotografi. Gerakan literasi seperti inilah yang kemudian berkembang untuk menumbuhkan kecintaan masyarakat dan sense of belonging terhadap ruang – ruang di kota yang mudah direbut.

BUNGA DAN TEMBOK – WIDJI THUKUL

Seumpama bunga | Kami adalah bunga yang tak

Kau hendaki tumbuh | Engkau lebih suka membangun

Rumah dan merampas tanah

Seumpama Bunga | Kami adalah bunga yang tak

Kau kehendaki adanya| Engkau lebih suka membangun

Jalan raya dan pagar besi

Seumpama Bunga | Kami adalah bunga yang

Dirontokkan di bumi kami sendiri

Jika kami bunga | Engkau adalah tembok itu

Tapi di tubuh tembok itu | Telah kami sebar biji-biji

Suatu saat kami akan tumbuh bersama

Dengan keyakinan: engkau harus hancur !
Dalam keyakinan kami dimanapun

Tirani harus TUMBANG !

KOTA INI MILIK KALIAN

Di belakang gedung-gedung tinggi

Kalian boleh tinggal

Kalian bebas tidur dimana-mana kapan saja

Kalian bebas bangun sewaktu kalian mau

Jika kedinginan karena gerimis atau hujan

Kalian bisa mencari hangat

Disana ada restoran

Kalian bisa tidur dekat kompor penggorengan

Bakmi ayam dan babi

Denting garpu dan sepatu mengkilap

Disamping sedan-sedan dan mobil-mobil bikinan asli jepang

Kalian bisa mandi kapan saja

Sungai itu milik kalian

Kalian bisa cuci badan dengan limbah-limbah industri

Apa belum cukup terang benderang itu

Lampu merkuri taman

Apa belum cukup nyaman tidur di bawah langit

Kawan

Kota ini milik kalian

Kecuali gedung-gedung tembok pagar besi itu;

Jangan !

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Skip to toolbar