Review Diskusi: Strategi Advokasi

Oleh: Tyas Nurunnisa M

Email: tyasnurunnisamufty@gmail.com

Menurut Mansour Faqih, Advokasi adalah suatu usaha sistematis dan terorganisir untuk mempengaruhi dan mendesakkan terjadinya perubahan dalam kebijakan publik secara bertahap maju. Sederhananya, advokasi adalah suatu usaha pengawalan isu. Tujuan dilakukannya advokasi adalah agar terjadi perubahan mengenai kebijakan publik maupun pola fikir masyarakat bahwa mereka dapat mandiri dalam mengawal isu mereka juga agar dapat menyadari ketimpangan dan diskriminasi yang terjadi pada diri mereka dan lingkungan sekitarnya. Agar tujuan advokasi ini dapat terrcapai maka dibutuhkan strategi atau upaya sistematis yang ter-arah dan terorganisir dalam melakukan advokasi.

Dalam melakukan advokasi sendiri terdapat 2 cara yaitu melalui jalur litigasi dan non-litigasi. Jalur litigasi merupakan bentuk advokasi di bidang hukum melalui peradilan yang biasanya dilakukan oleh orang-orang profesional yang memiliki izin di bidang hukum seperti pengacara atau penasihat hukum. pengawalan kasus dari jalur litigasi dapat berupa judisial review, position paper maupun counter legal draft. Melalui jalur litigasi, suatu kasus bisa mendapatkan kepastian hukum yang jelas namun juga rawan akan adanya pengaruh dari kaum elit.

Selanjutnya adalah jalur non-litigasi. Jika jalur litigasi bergantung pada adanya kepastian hukum dan dikerjakan oleh kelompok profesional, maka jalur non litigasi adalah yang dalam proses kerjanya berpusat pada masyarakat serta dapat pengawaaln kasusnya dapat berupa aksi massa, propaganda melalui media, creative campaign, maupun melalui tulisan-tulisan. Jalur litigasi lebih menekankan bagaimana dengan adanya pengawalan yang dilakukan dapat mendesak adanya perubahan kebijakan publik dan mendorong masyarakat agar dapat mandiri dalam mengawal kasusnya.

Namun, jalur apapun yang diambil dalam melakukan pengawalan kasus kita perlu memperhatikan beberapa hal yang sama dalam menerapkan strategi agar tujuan tersebut dapat tercapai. Adapun beberapa aspek yang perlu diperhatikan sebelum memulai advokasi adalah pertama, kita perlu menerapkan target yang jelas, maksudnya kita perlu tahu masalah apa yang perlu kita kawal dengan spesifik. Kedua, apa yang kita prioritaskan, setelah mengetahui target atau tujuan advokasi kita perlu mengetahui apa kasus yang menjadi prioritaskan misalnya saja dalam suatu kasus yang sama di wilayah yang berbeda maka kita perlu tahu wilayah yang mana yang menjadi prioritas atas pertimbangan yang matang seperti misalnya wilayah A lebih tinggi urgensinya karena akan segera di gusur dan memang mebutuhkan aksi tanggap. Ketiga adalah realistis, dalam mengawal suatu kasus kita perlu menjadi realistis agar tujuan kita dapat tercapai misalnya kita ingin mengawal kasus di pulau lain tetapi kita tidak memiliki dana yang cukup untuk melakukan aksi massa di sana maka kita dapat membantu mengawal kasus tersebut melalui media sosial saja. Keempat, kita perlu menetapkan batas waktu yang jelas agar proses pengawalan yang kita lakukan dapat disusun program kerjanya agar lebih efisien. Kelima dan yang biasanya dilupakan adalah adanya dukungan logistik untuk menunjang gerakan-gerakan yang akan dilakukan misalanya printer untuk  membuat flyer , dsb.

Hal penting yang mendukung keberhasilan advokasi adalah melakukan pembasisan dengan membentuk lingkar inti yang merupakan penggerak kegiatan advokasi biasanya sekelompok orang-orang yang memiliki persamaan ideologi atau pemikiran terhadap suatu masalah

Penting juga melakukan pembagian kerja dalam mengawal suatu kasus/isu. Terdapat 3 pos atau pembagian peran dalam gerak adovasi. Yang pertama adalah Ground Works atau kerja basis yang tugasnya adalah membangun jaringan pendukung, melakukan pendidikan politik atau pemerataan isu agar isu/kasus yang dikawal dapat diketahui oleh semua lapisan masyarakat serta melakukan mobilisasi massa. Yang kedua adalah Supporting Units yang bertugas untuk menunjang jalannya advokasi. Yang ketiga adalah Front Lines yang bertugas untuk melakukan analisis sosial, menentukan isu, sebagai juru bicara gerakan, negosiator dan juga menggalang sekutu.

Adapun berrdasarkan bagan lini advokasi, dapat disimpulkan beebrapa strategi advokasi, yaitu:

1. Menetapkan tujuan yang jelas

2. Menentukan siapa yang akan digerakkan atau menjadi bagian dari aksi

3. Merumuskan metode pengawalan

4. Menentukan siapa yang membawa pesan

5. Bagaimana media propaganda

6. Memeriksa bukti apa yang dimiliki

7. Memntukan bukti apa saja yang bisa di jadikan peluang agar kasus dapat berhasil

8. Menentukan cara memulai gerakan

9. Mengoreksi langkah

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Skip to toolbar