Oleh: Hulwah Yunita Hilzah ( HI 2017)

E-mail: nitahlzh@gmail.com

Advokasi berasal dari kata advocated dalam bahasa Inggris yang berarti menyuarakan atau berpihak. Sedangkan dalam bahasa yunani, advokasi terbagi menjadi dua kata, yaitu advo yang artinya pembelaan dan catus yang artinya menyuarakan sehingga jika digabungkan menjadi menyuarakan pembelaan. Advokasi adalah suatu usaha secara sadar yang terencana dan sistematis untuk mendesak terjadinya perubahan dalam kebijakan publik guna menyalurkan keresahan saat melihat ketimpangan yang terjadi.

Advokasi yang dilakukan tergantung dari perspektif individu masing-masing “mengapa harus melakukan advokasi”. Advokasi bisa saja dilakukan karena terjadi keresahan dari sesuatu hal kemudian menghimpun orang-orang yang merasakan hal yang sama dengan kita atau bisa juga dengan tujuan menggapai basis yaitu nilai-nilai keadilan, nilai kebenaran, dan nilai luhur. Maka dari itu advokasi itu sendiri bersifat subjektif tergantung dari individu masing-masing

Unsur-unsur dalam advokasi

1. Ada proses yang terencana dan sistematis

Advokasi dilakukan dengan bertahap maka diperlukan untuk menyusun rencana terlebih dahulu agar proses yang dijalankan dapat sistematis dan terjadi perubahan maju yang bertahap

2. Ada tujuan untuk memperbaiki kebijakan

Advokasi dilakukan untuk menyalurkan keresahan karena adanya ketimpangan yang terjadi sehingga tujuannya adalah agar adanya perubahan dalam kebijakan publik guna menghentikan ketimpangan yang terjadi

3. Kebijakan publik sebagai alasan advokasi

Karena adanya ketimpangan yang terjadi maka kebijakan publik yang ada dianggap tidak sesuai dengan apa yang masyarakat jalankan sehingga kebijakan publik sebagai alasan untuk melakukan advokasi

4. Ada aspirasi yang mendesak/memberikan alternatif

Keresahan yang dirasakan adalah bentuk adanya aspirasi mendesak yang ingin disalurkan atau adanya alternatif yang didesakkan untuk mengganti kebijakan yang lama

5. Ada pihak yang mengadvokasi

Orang-orang yang melihat ketimpangan yang terjadi dan ingin membawa perubahan berperan sebagai pihak yang mengadvokasi

6. Ada pihak yang diadvokasi

Yang dimaksud dengan pihak yang diadvokasi adalah penentu kebijakan

Proses-proses pengadvokasian yaitu yang pertama ada isu yang akan dikawal terlebih dahulu, entah itu isu lokal, nasional, atau internasional. Isu tersebut bisa diketahui dari pembicaraan mulut ke mulut, berita, dan sebagainya. Kemudian isu tersebut dibawa ke pertimbangan internal lembaga untuk dilihat isu yang akan dikawal tersebut dikaitkan dengan kondisi terkini lembaga, pertimbangan SDM yang ada dalam lembaga, dan terkait isu-isu sebelumnya yang telah dikawal apakah memiliki persamaan. Selanjutnya, tahap pengumpulan data-data terkait isu yang dikawal. Yang terakhir dilakukan konsolidasi isu guna meratakan pemahaman mengenai isu yang terkait.

Advokasi terbagi menjadi dua, yaitu advokasi litigasi dan non-litigasi. Advokasi litigasi yaitu advokasi yang melalui jalur hukum dan melewati proses peradilan yang biasanya ditempuh oleh orang-orang yang professional pada bidangnya. Tahapannya terbagi menjadi tiga,yaitu tahap analisis kasus dan identifikasi, kemudian tahap pemberian pendapat hukum (legal memorandum), dan yang terakhir tahap pendampingan hukum. Sedangkan, advokasi non-litigasi tentu saja advokasi yang dilakukan diluar jalur hukum atau menggunakan cara-cara seperti kampanye, aksi massa, dan lain-lain. Didalam advokasi non-litigasi ada yang struktural dan ada yang kultural. Struktural maksudnya adalah dalam melakukan advokasi ada salah satu yang memegang kekuasaan yang lebih tinggi, contoh antara mahasiswa dan dosen. Dan kultural maksudnya advokasi yang dilakukan dengan orang-orang terdekat seperti kepada antarteman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *