Review diskusi Grand Issue: Neoliberalisme

Oleh : Khiar Fairuzy (HI 2015)

Kebutuhan manusia terus berkembang sesuai dengan konteks zamannya. Karena perkembangan tersebut, kebutuhan akhirnya dikelola dengan berbagai cara. Pengelolaan kebutuhan tersebut pun digolongkan dalam ekonomi politik dan dikembangkan oleh banyak pakar. Adapun bagan ekonomi politik yang berkembang sekarang dan diterapkan oleh rezim dunia saat ini adalah Neoliberalisme. Dalam sejarahnya, neoliberalisme lahir sebab adanya kegagalan dalam perekonomian di negara Amerika yaitu biasa disebut The Great Depression. Karena system kapitalisme di dalam negerinya akhirnya mengalami kebuntuan tersebut maka lahirlah gagasan-gagasan dari Bretton Woods maupunWashington Consensus yang semakin membuka lebar jalannya kapitalisme secara menggobal. Disinilahsistem kapitalisme diterapkan secara mendunia.

Yang membedakan antara kapitalisme klasik dengan Neoliberalisme, kapitalisme klasik terdapat campur tangan negara yang dimungkinkan untuk menguasai moneter (bank sentral), dan fiskal (pajak) serta fasilitas umum lainnya (kesehatan, alat militer, pendidikan, kesejahteraan, dll).Tetapi dalam neoliberalisme, campur tangan negara diupayakan sangat minim bahkan sektor produksi penting (publik) dikuasai oleh swasta, pemerintah hanya memungut pajaknya saja. Dominasi besar oleh perusahaan swasta yang bermodal besar akibat penambahan modal dan keuntungan melalui bursa saham yang merupakan salah satu instrumen pasar yang dikenal dalam kapitalisme, yaitu valas, saham, dan komoditas. Maka lahirlah MNC (Multi Nasional Corporation) dan TNC (Transnational Corp.) yang begitu sangat dahsyatnya ketika menguasai pasar dan perdagangan bebas saat ini. Disinilah titik balik yang mencengkram seluruh dunia oleh segelintir orang dan negara tertentu.

Konsekuaensi dari neoliberalisme sendiri adalah adanya tarik menarik kepentingan antara negara maju dan berkembang, bahkan lewat instrumen militer dan diplomasi. Pada masa puncaknya semi kapitalisme global sudah terjadi di Indonesia dan negara lainnya sejak Orde Baru pada era tahun 70-an ketika kita dijebak oleh IMF melalui LOI (Letter of Intent) danStructural Adjustment Program (SAP) (lihatlah Freeport, dan blok migas yang dikuasai), dimana ketika itu kita menemukan banyak kilang minyak yang dikenal dengan Oil Bomb (ledakan minyak bumi). Selanjutnya, neoliberalisme semakin berkembang pesat seiring bertambahnya semacam institusi seperti WTO, IMF dan World Bank. Sialnya, banyak terjadi degradasi dalam masyarakat, seperti di negara berkembang banyak terlilit utang, banyak terjadi sengketa hak cipta dan masih banyak permasalahan lainnya.

Berikut institusi-institusi yang melanggengkan system neoliberalisme:

  1. WTO (Word Trade Organization)

Sebagai sebuah organisasi Internasional tentunya WTO memiliki proses panjang untuk bisa berada di titik ini sekarang. Sebenarnya organisasi yang mengatur perdagangan antar negara sudah ada semenjak dahulu. Organisasi yang mengatur perdagangan awalnya dijuluki sebagai General Agreement On Tariffs and Trade (GATT) yang berdiri pada tahun 1947. Awalnya GATT akan menjadi bagian dari rencana pembentukan International Trade Organisation (ITO). Dimana pada tahun tersebut banyak negara yang merasa diperlukan sebuah organisasi berbadan hukum yang mengatur berbagai sektor demi kepentingan banyak negara.

Untuk itulah dibuat tiga organisasi yang menjadi bagian ITO sekaligus menjadi tiga kerangka dari Bretton World Institution yaitu:

  1. International Monetary Fund (IMF)
  2. International Bank for Reconstruction and Development (IBRD)
  3. General Agreement on Tariffs and Trade (GATT).

Dimana sebenarnya GATT menjadi salah satu bagian yang direncanakan akan menjadi bagian dari Havana Carter. Namun ternyata semua rencana tersebut menghadapi banyak penghalang. Meskipun Havana Carter telah disetujui bahkan ditandatangi oleh 53 negara namun ternyata ITO gagal didirikan karena berbagai faktor. Namun faktor utama gagalnya organisasi ITO untuk didirikan adalah karena keberatan dari negara Amerika Serikat. Nyatanya negara Amerika Serikat takut apabila organisasi ITO sampai didirikan maka Amerika Serikat akan mulai kehilangan kuasa penuhnya untuk mengatur kondisi mereka sendiri. Ketidak setujuan tersebut diungkapkan dalam Konferensi Amerika Serikat yang membuat organisasi ITO resmi terganjal untuk diresmikan. Namun hal tersebut ternyata tidak menjadi penghalang bagi GATT untuk terus berdiri. Karena akhirnya banyak negara sepakat untuk menjadikan GATT sebagai perjanjian interim atau sementara. TRIMS, TRIPS, AOA, dan GATS.

  1. IMF (International Monetary Fund)

International Monetary Fund (IMF) muncul sebagai hasil dari perundingan Bretton Woods, pasca Great Depression yang melanda dunia pada dekade 1930-an. Pada Pada tanggal 22 Juli 1944 –sebagai akibat dari Great Depression– 44 negara mengadakan pertemuan di Mount Washington Hotel, Kota Bretton Woods, New Hampshire, Amerika Serikat, untuk membahas kerangka kerja sama ekonomi internasional baru yang akan dibangun setelah Perang Dunia II. Negara-negara ini percaya bahwa kerangka kerja sama tersebut sangat dibutuhkan untuk menghindari pengulangan bencana ekonomi yang terjadi selama Great Depression. Pertemuan ini melahirkan Bretton Woods Agreements yang membangun IMF dan organisasi kembarannya, The International Bank for Reconstruction and Development (sekarang lebih dikenal dengan nama World Bank). Pada awalnya, IMF hanya beranggotakan 29 negara, namun kemudian pada awal tahun 2004 anggota IMF sudah mencapai 184 negara, yang berarti hampir semua negara anggota PBB juga menjadi anggota IMF

  1. Word Bank

Bank Dunia adalah lembaga internasional yang membantu negara-negara dengan pembiayaan dan nasihat keuangan. Tujuannya adalah untuk membantu negara-negara berkembang merancang pembangunan ekonomi rencana untuk membangun infrastruktur dan ekonomi mereka untuk mengurangi kemiskinan dan meningkatkan taraf hidup bagi warga negara mereka.

Hal ini juga membantu memfasilitasi investasi internasional. Organisasi ini didirikan pada tanggal 1 Juli 1944 selama Konferensi PBB Moneter dan Keuangan, yang berlangsung di Bretton Woods, New Hampshire. Pinjaman pertama dibuat pasca-perang Perancis untuk rekonstruksi dalam jumlah 250 juta dollar AS (USD). Saat ini berkantor pusat di Washington, DC dan memiliki kantor di lebih dari 100 negara. Saat ini memiliki 184 negara anggota, yang membuat kepemilikannya.

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Skip to toolbar