Review Diskusi : Peningkatan Kerjasama Ekonomi Indonesia-Uni Eropa Melalui Kerangka Asia-Europe Meeting (ASEM)

Oleh Muhammad Restu Saputra (HI 2016)

Dua hal penting yang dapat kita tarik dalam diskusi kali ini, yaitu studi kawasan Asia dan studi kawasan Eropa. Sedikit mengkaji kebelakang dari bagaimana awal hubungan Asia-Eropa terjadi berdasarkan tiga tahapan. Pertama, abad ke-15, ketika seorang pelayar terkenal, Marco Polo mengelilingi dunia hingga tiba ke Asia. Disitulah asal mula interaksi antara bangsa Eropa dan Asia. Kedua, pada masa kolonialisme ketiga negara-negara Eropa sedang dalam masa revolusi Industri dan melakukan ekspansi hingga ke Asia. Negara-negara Eropa disini mengkolonisasi negara-negara di Asia. Sebagaimana kita ketahui sumber daya alam di negara-negara Asia sangat memadai untuk keberlangsungan industri di negara-negara Eropa. Ketiga, pasca perang dunia kedua ketika bangsa-bangsa di Asia ikut dalam peperangan kemudian kalah oleh bangsa-bangsa superior khususnya negara-negara Eropa. Pada masa itulah bangsa Eropa mulai teruntegrasi untuk membentuk sebuah persekutuan dagang yang nantinya menjadi Uni Eropa.

Awal mula dibentuknya ASEM ketika 1980an ketika para menteri luar negeri dari negara-negara di Eropa dan Asia melakukan pertemuan membahas kerjasama antar dua komunitas dagang internasional, ASEAN dan ECC (European Coal Cooperation) yang merupakan asal usul Uni Eropa. Mereka meyakini dengan adanya kerjasama dibidang ekspor-impor sumber daya untuk pemenuhan kepentingan nasional, dapat berlanjut hingga kerjasama dalam bentuk yang lain. Selain itu, dalam Uni Eropa terdapat kebijakan eksekutif terkait hubungan dagang dengan komunitas dagang lain termasuk ASEAN, dimana didalamnya terdapat strategi dalam kerjasama dengan ASEAN.

ASEM tercipta pada awalnya ketika ketua ASEAN yang pada waktu itu berasal dari Singapura mengadakan pertemuan dengan pimpinan Uni Eropa yang berasal dari Prancis. Awalnya kedua pihak ingin membicarakan tentang bagaimana mewujudkan kemakmuran di negara-negara Asia dan Eropa. Hingga muncullah ide untuk membentuk suatu aliansi yang ‘mengawinkan’ dua organisasi besar di dunia. Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) pertama ASEM diadakan di Thailand pada 1996. Dan uniknya lokasi KTT diadakan setiap tahun dan negara yang menjadi tuan rumah bergantian dari Eropa dan Asia. Disinilah awal terjalinnya hubungan ASEAN dan Uni Eropa. Dan menjadi Asia-Europe Meeting (ASEM)

ASEM adalah forum dialog Asia-Eropa yang bertujuan dalam memajukan negara-negara di Asia dan Eropa. Segala hal ataupun masalah-masalah yang melibatkan dua pihak ini dapat diangkat dalam KTT yang diadakan tiap tahunnya. Selain itu, penciptaan kesetaraan dalam posisi secara global serta menciptakan kedamaian dunia. Sehingga dapat disimpulkan bahwa sebenarnya ASEAN dan Uni Eropa mempunyai kesamaan tujuan utama yakni menciptakan kedamaian dunia.

Tiga fokus dalam ASEM dapat dikategorikan menjadi tiga aspek yaitu ekonomi, politik, dan sosial budaya. Dalam aspek politik, kedudukan tertingginya adalah ASEM summit yang merupakan hasil KTT tertinggi. Dibawahnya adalah hasil pertemuan para perdana menteri dan menteri luar negeri negara-negara Eropa dan Asia. Dalam aspek ekonomi, kedudukan tertinggi adalah hasil konferensi menteri keuangan negara-negara di Eropa dan Asia. Dalam aspek sosial budaya, kedudukan tertingginya adalah hasil konferensi para menteri pendidikan dan menteri kebudayaan negara-negara Eropa dan Asia.

Di segi ekonomi, ada dua hal yang sangat menonjol dalam ASEM yaitu perdagangan dan investasi. Perdagangan yang dimaksudkan adalah bagaimana pemenuhan kepentingan nasional dengan tujuan saling menguntungkan. Ekspor dan impor sudah termasuk kedalam perdagangan yang dimaksud. Selanjutnya investasi, kita dapat melihat investasi dari dua sisi. Investor asing dalam sebuah negara mempunyai tujuan mencari keuntungan. Sedangkan negara tujuan investor juga berdampak positif yaitu pertambahan pendapatan nasional.

Keuntungan bagi Indonesia terhadap ASEM adalah potensi Indonesia dalam memasarkan produk-produk ke negara-negara luar. Adapun sebaliknya negara-negara Eropa melihat potensi Sumber Daya Alam di Indonesia sangat memungkinkan untuk pemenuhan kepentingan nasional. Terdapat dua action plan dalam ASEM, yaitu IPAP (Investment Promotion Action Plan) dan TFAP (Trade Facilitation Action Plan). Kedua hal ini adalah wujud dari tujuan kerjasama ekonomi yaitu investasi dan perdagangan. IPAP mempunyai tujuan yang mewujudkan investasi dua arah dan saling menguntungkan serta membantu realisasi pembangunan negara-negara tujuan investasi yang notabene adalah negara-negara berkembang. Sedangkan TFAP bertujuan menghapuskan hambatan perdagangan berupa tariff dan non tariff. Adapun hasil dari KTT ASEM dua tahun terakhir ini adalah pada 2014 di Milan terkait persetujuan pengembangan perekonomian, dan 2016 terkait kesepakatan dalam penambahan instrumen pendukung dalam hal ini WTO sebagai regulator dunia. ASEM sejauh ini masih dominan memberikan keuntungan bagi Uni Eropa ketimbang keuntungan yang didapat oleh Indonesia.

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Skip to toolbar