HIFest 2017 “Merayakan Gagasan Alternatif”

HIFEST 2017 kembali diadakan oleh HIMAHI FISIP UNHAS. Kali ini, HIFEST 2017 diadakan bekerjasama dengan Kedai Buku Jenny. Kegiatan ini bertujuan untuk menyediakan ruang untuk penegakan sikap lembaga terhadap fenomena pembangunan kontemporer, dalam hal ini kompatibilitas antara SDGs (Sustainable Development Goals) dengan rezim ekonomi global serta pembukaan ruang karya keilmuan kader untuk menghimpun gagasan-gagasan alternatif terkait pembangunan berkelanjutan. Untuk mencakup tujuan dari kegiatan ini, kegiatan ini kemudian mengambil tema “Merayakan Gagasan Alternatif”. Item yang dilakukan pada kegiatan ini yaitu, Orasi Ilmiah, Pemaparan Jurnal Alternativa V, dan Pertunjukkan Seni dan Panggung Kreatif. Kegiatan Orasi Ilmiah diisi oleh beberapa komunitas seperti, Walhi SULSEL, AMAN, Blue Forest, Kata Dia, Sanggar Kelapa, Sokola Kaki Langit, Teras Baca, Penyala Makassar, SIGI, Bank Sampah Eka, dan Cara Baca. Kegiatan ini juga diramaikan oleh lapakan buku Kedai Buku Jenny, Kata Kerja, Suburbia, RnC, dan lapak buku HIMAHI FISIP UNHAS.

Orasi kebudayaan juga dilakukan oleh Hizkia Yoshi (Koperasi Riset Purusha dan Indoprogress) dengan judul “Bagaimana jika Thatcher benar? Refleksi Paradigmatik akan Alternatif. Orasi kedua dilakukan oleh Muh. Ridwan Alimudin (Pegiat dan Penulis Kebudayaan Maritim) dengan judul Budaya Bahari Sebagai Pondasi Pembangunan. Orasi terakhir dilakukan oleh Moelyono ( Koalisi Seni Indonesia)  dengan tulisan Kebudayaan sebagai Kebanggaan Identitas dan Sikap Kritis.

HIMAHI FISIP UNHAS mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam menyukseskan acara HIFEST 2017 ini. Semoga kita dapat bekerjasama di kegiatan selanjutnya. Salam HIMAHI, Salam Kreativitas.

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Skip to toolbar