An Introduction to Sustainable Development Goals: Diskusi Sustainable Development Goals

Oleh: Rahmadani ( HI 2014)

Email: ani.rahmadani49@yahoo.com

Berbicara mengenai masalah SDG’s, berarti membedah ke 17 tujuan SDG’s tersebut. Sebagaimana yang diketahui bahwa masa dari MDG’s telah selesai maka dilanjutkan program SDG’s, antara tahun 2000-2015 (MDG’s) sedangkan pada tahun 2015-2030 (SDG’s). Persamaan dari program-program tersebut terletak pada pembangunan dan yang membedakan karena ditambahkan pembangunan berkelanjutan. Berangkat dari pembangunan global, pembangunan memiliki tiga konsep utama entah pembangunan daerah, pembangunan negara, maupun pembangunan global.

Konsep pembangunan tersebut adalah pertumbuhan, dimana konsep tersebut diidentikkan dengan pembangunan ekonomi. Selanjutnya konsep kemajuan yang idntik dengan saintek. Kemudian konsep perubahan diidentikkan dengan sosial ekonomi. Sebagaimana yang diketahui bahwa masayarakat maju indikatornya adalah pendidikan. Ketika ada perubahan dan kemajuan maka hal tersebut melahirkan perubahan.

Warga negara membutuhkan lapangan pekerjaan, agar dapat memperoleh pekerjaan maka disediakan oleh negara atau swasta. Secara tidak langsung ada ketergantungan dari warga atau masyarakat dengan penyedia lapangan pekerjaan. Selanjutnya akan menghasilkan konsumsi kemudian terdapat keuntungan dan nantinya dapat menciptakan pertumbuhan ekonomi.

Dalam MDG’s dan SDG’s mengacu pada negara-negara yang telah melakukan pembangunan terlebih dahulu. MDG’s dan SDG’s adalah program untuk pembangunan.  Di Asia sendiri pernah diakui dalam model pembangunan pada tahun 1600. Produktivitas pembangunan pada masa lalu tersebut dibarengi dengan moralitas. Tapi seiring dengan masuknya kolonialisasi maka model produksi Asia tersebut tergeser ke model produksi Barat. Dalam pembangunan tidak ada moralitas yang ada adalah kapasitas dan kapabilitas. Kemudian organisasi tradisional yang bersifat kekeluargaan, sosial, bergeser ke modernitas. Semakin banyak industri maka kita bisa menilai pembangunan di suatu negara.

SDG’s adalah kebijakan yang muncul ketika kesadaran tentang lingkungan ada. Lingkungan bicara manusia dan juga non manusia. Bicara tentang manusia berarti berbicara tentang kesadaran dengan lingkungan, kesehatan, dan lain-lain. Sedangkan dari aspek non manusia bicara tentang bumi. Konsep keberlanjutan tersebut muncul dari pembangunan agar pembangunan tersebut dapat berlanjut. Setelah Perang Dunia II, negara-negara harus melakukan pembaharuan, ketika melakukan kebijakan-kebijakan yang menghasilkan kesejahteraan harus memerhatikan lingkungan agar pembangunan tetap berlanjut hasilnya.

Hal demikian kemudian membuat kembali dibentuknya kerangka kerja global dengan mengevaluasi agenda MDG’s sebelumnya, dengan demikian lahirlah agenda kerja global berkelanjutan yang disebut dengan Sustainable Development Goals atau SDG’s. Didalam pembaruan agendanya, dinyatakan pola dari SDG’s lebih partisipatif, sebelumnya dalam MDG’s hanya memuat 8 tujuan, namun pada SDG’s tujuan kemudian bertambah menjadi 17 tujuan diberbagai sektornya.

17 Tujuan yang dimuat SDG’s antara lain: 1. Tanpa Kemiskinan; 2. Tanpa Kelaparan; 3. Kesehatan yang Baik dan Kesejahteraan; 4. Pendidikan Berkualitas; 5.Kesetaraan Gender; 6. Air Bersih dan Sanitasi; 7. Energi Bersih dan Terjangkau; 8. Pertumbuhan Ekonomi dan Pekerjaan yang Layak; 9. Industri, Inovasi dan Infrastruktur; 10. Mengurangi Kesenjangan; 11. Keberlanjutan Kota dan Komunitas; 12. Konsumsi dan Produksi Bertanggung Jawab; 13. Aksi Terhadap Iklim; 14. Kehidupan Bawah Laut; 15. Kehidupan di Darat; 16. Institusi Peradilan yang Kuat dan Kedamaian; 17. Kemitraan global.

Dalam AD/ART SDG’s memusatkan pada 5 hal yaitu, untuk manusia, untuk planet, untuk kemitraan, untuk kemakmuran, dan untuk perdamaian. Kelima hal utama tersebut kemudian diterjemahkan kedalam 17 tujuan dari SDG’s. Selanjutnya 17 tujuan tersebut diterjemahkan kedalam 169 program SDG’s. Program tersebut berangkat dari Piagam PBB yang menjadi dasar SDG’s. Untuk memahami SDG’s terlebih dahulu pahami fenomena-fenomena yang mau diselesaikan.

Salah satu contoh adalah Indonesia dalam projek MDG’s dan SDG’s pembangunan dibuat dalam tingkat lokal hingga pada akhirnya sampai ketingkat nasional. Jadi aktor-aktor dari SDG’s adalah LSM, pemerintah Desa, dan lain-lain. Pemerintahan Jokowi menargetkan 20 juta wisatawan yang berkunjung ke Indonesia, dan tentunya hal tersebut membutuhkan modal. Salah satu yang menguntungkan dari SDG’s yaitu adanya CSR. Rencana pembangunan terdapat esensi kemitraan yang dicetuskan, tapi yang menarik adalah pelakunya adalah negara dimana negara yang menyusun pembangunannya. SDG’s ini memiliki power di suatu negara, karena negara yang merancang strategi pembangunan, karena negara yang mengerti potensinya. SDG’s memerhatikan rate, prioritas, dan level dalam berjalannya program-prorgramnya, memperhatikan rate, prioritas dan level ini mengingat semua agenda SDG’s ini dijalankan secara serempak oleh negara-negara, namun didalam pelaksanaannya kebijakan penerapan SDG’s tetap didasarkan pada rancangan skala nasional negara-negara. Oleh sebab itu Sustainable Development Goals sendiri dinilai lebih bersifat partisipatif dibanding agenda pembangunan global sebelumnya.

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Skip to toolbar