Diskusi Publik: Agreement On Agriculture Dan Kedaulatan Petani

Tahukah anda tentang World Trade Organization? Sekilas tentang World Trade Organization atau yang sering disebut dengan WTO, adalah satu-satunya organisasi yang dibentuk sejak tahun 1995 yang mengatur perdagangan internasional negara-negara yang bergabung di dalamnya. WTO ini, berjalan sesuai dengan perjanjian yang sudah disepakati dan dinegosiasikan oleh sejumlah besar negara di dunia dan diratifikasi melalui parlemen. WTO tidak hanya melakukan pengaturan barang dan jasa, tetapi juga telah melakukan pengaturan komoditas pertanian, melalui skema Agreement on Agriculture (AoA) yang merupakan bagian tak terpisahkan dari hukum WTO.

Skema Agreement on agriculture ini berisi komitmen-komitmen spesifik untuk mengurangi subsidi domestik, subsidi ekspor dan meningkatkan akses pasar melalui penciptaan peraturan dan disiplin yang kuat dan efektif. Hal ini sangat berbanding lurus dengan negara-negara berkembang yang kehilangan kontrol atas pangan, pada saat yang sama tingkat kelaparan yang semakin tinggi semakin bergantung pada sumber pangan impor. Kebijakan ini juga telah menyebabkan lahan-lahan pertanian digantikan dengan lahan pertambangan dan perkebunan yang menghasilkan komoditas ekspor. Sementara pasar pangan dalam negeri semakin dipenuhi dengan pangan impor yang berasal dari negara-negara maju yang mengalami over kapasitas dalam produksi pangan mereka. Hal ini dinilai sebagai dampak dari Agreement on Agriculture yang merugikan sektor pertanian tidak hanya secara umum namun berdampak pula kepada petani secara khusus.

Sebagai momentum memperingati hari tani nasional, HIMAHI FISIP UNHAS mengadakan diskusi publik, melihat perlunya pembukaan ruang keilmuan untuk membahas mengenai sejarah liberalisasi pertanian dan dampak dari liberalisasi terhadap sektor pertanian itu sendiri. Diskusi ini di moderatori oleh Ani Rahmadani (HI 2014) dengan fasilitator Sirton (HI 2012) dan panel bersama Rizki Anggriana Arimbi (Presidium KPA Wilayah Sulsel) yang berlangsung di Pelataran Baruga A.P Pettarani UNHAS pada hari sabtu, 24 September 2016 lalu. Diskusi ini sempat mengalami keterlambatan pelaksanaan dari waktu yang telah disepakati. Meskipun demikian, Diskusi Publik ini berjalan lancar dan interaktif. Diskusi ini dihadiri oleh 52 orang. tak hanya dari HIMAHI FISIP UNHAS saja yang turut hadir dalam diskusi ini, beberapa lembaga kemahasiswaan lingkup FISIP, UNHAS maupun dari lembaga non-kemahasiswaan seperti WALHI turut pula hadir dalam diskusi ini.

Setelah kegiatan ini berlangsung, walaupun hujan turun cukup mengguyur, tidak menurunkan semangat massa HIMAHI FISIP UNHAS yang bergerak dari Baruga A.P Pettarani UNHAS menuju Pintu satu UNHAS untuk melakukan aksi solo dan membagikan flayer kepada pengendara saat lampu merah menyala tanda kendaraan mulai berhenti. Aksi ini dipimpin langsung oleh Ahmad Asrul Azwar Irfan (HI 2015) hingga menjelang adzan maghrib. Bagi anda yang tidak menghadiri kegiatan ini, silahkan membaca review yang telah disediakan di laman: http://himahiunhas.org/index.php/2016/09/27/review-diskusi-publik-agreement-on-agriculture-dan-kedaulatan-pangan/

56 tahun sudah, UUPA disahkan di Indonesia!

Selamat Memperingati Hari Tani Nasional

24 September 2016

Salam HIMAHI, Salam Kreativitas!

 

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Skip to toolbar