Blusukan Apa Jualan Nih Pak Presiden?

Oleh Noufal Renwarin HI 2011

Semenjak aplikasi LINE mempunyai tambahan fitur baru yaitu  LINE News Digest, kita sering mendapatkan berita-berita yang unik  sekaligus juga tidak penting, dari berita Aurel makan tanpa make up hingga berita warga Tiongkok yang lari dari rumah karena takut dinikahkan. Tetapi, beberapa hari ini saya sungguh tertarik dengan berita yang disajikan dalam fitur tersebut, Pak Presiden blusukan cari investor ke luar negri, tepatnya negri ginseng atau Korea Selatan.

Dari berita yang disajikan sih sebenarnya tidak ada yang begitu menarik lihat saja isinya hanya bagaimana Presiden meyakinkan borju-borju Korea agar tertarik invest uangnya di Indonesia sekaligus ditambahkan dengan cerita-cerita agar Indonesia terkesan aman dan kondusif untuk diinvestasikan. Mulai dari cerita bagaimana warga Jakarta tidak takut akan serangan teroris sampe pamer foto beliau beserta anaknya foto bersama Minhoo artis korea entah selatan atau utara yang pastinya minho ini boybandlah.

Terlepas Presiden kita ini seperti MLM yang sedang menawarkan produk atau cari downline, dalam berita tersebut terdapat beberapa kalimat beliau yang membuat saya langsung beranjak wudhu dan sholat untuk mendoakan beliau semoga diakhirat kelak Pak Presiden dosanya diampuni. Jadi beliau berkata “saya akan terus mereformasi, saya akan terus  menyederhanakan perizinan, dan saya akan membuat ekonomi Indonesia lebih terbuka.” Lihat bagaimana tidak saya mendoakan beliau di sujud saya, Pak Presiden sungguh sangat menyebalkan dan pandai mengolah kata dan fakta yang ada di negara ini seakan-akan negara ini masih memakai sistem “negara melindungi pasar dalam negri”.

Bagaimana tidak setelah hasil revisi besar besaran atas UU No.1 Tahun 1967 tentang Penanaman Modal Asing menjadi UU No.25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal, Indonesia seakan-akan menjadi kaki tangan dan bodyguard langsung para pemodal agar usaha bisa mendapat untung  sebanyak-banyaknya, bagaimana tidak di UU 25 Tahun 2007 tidak  menjelaskan berapa persen yang harus dimiliki negara dalam usaha  tersebut, belum lagi masalah kelonggaran terhadap seluruh pajak usaha,  kelonggaran biaya shipping dan barang impor-ekspor. Belum lagi UU no 25  Tahun 2007 dalam permasalahan pegawaian hanya menuliskan mengutamakan  warga negara Indonesia tidak seperti UU sebelumnya yang lebih mensyaratkan agar usaha diisi oleh warga negara Indonesia saja, sampai pada yang terakhir adalah dibebaskanya atas tanah 30 sampai 65 tahun untuk usaha tersebut padahal di UU sebelumnya hanya diberikan hak pakai  pada usaha tersebut

Coba bayangkan kurang enak apa investasi di Indonesia, SDA melimpah, SDM murah, dan yang lebih asiknya lagi pemerintah beserta aparatur negara menjadi satpam usaha tersebut, takut takut jika ada  pemberontakan lagi, kalo kata anak kecil di Makassar sih “enakk betulllll!”.

Jadi untuk bapak Presiden yang sedang berada di Korea entah di selatan, atau utaran yang lagi hits di tv nasional, atau mungkin sedang dalam perjalanan kembali ke Indonesia, semoga jangan sampai lupa sejarah Pak, dulu kita dijajah oleh perusahaan asing Pak, sebut saja VOC, satu saja kita kewalahan melawan belum lagi jika lebih dari satu, tidak terbayang.

Oh ya satu lagi Pak Presiden, jangan lupa nonton film drama The Hiers, supaya bapak tau aja kalau borju-borjunya Korea sangat tidak  menjunjung tinggi namanya HAM dan arti cinta sesungguhnya, dan jangan lupa minta foto bersama Kim Tan Pak.

Selamat berlibur Pak Presiden.

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Skip to toolbar